Cara merubah atau menghapus menu bawaan template blogger

by 14:59


Kali ini saya akan share sedikit tentang bagaimana mengganti , menghapus atau merubah menu pada template blogger. Mungkin sebagian blogger sudah tau cara ini, tapi bagi pemula hal ini mungkin agak sedikit kurang dipahami.
Sebelumnya download template blogger di btemplates.com, situs penyedia template blogger. Pada situs itu terdapat beberapa template blogger dengan berbagai variasi. Terapkan pada blog anda dan lihat apakah ada menu-menu bawaaan dari template tersebut. Jika ada, kita dapat merubahnya sendiri dan disesuaikan dengan menu dari blog kita. Yang ingin belajar modifikasi tema template blog dapat mengikuti panduan Cara mudah modifikasi tema blog atau web dengan menggunakan firebug
Sebagai contoh berikut menu standar template yang saya download dan akan saya ganti sesuai dengan menu pada blog saya.
pada gambar disamping terdapat menu bawaan template yang saya gunakanan. namun saya ingin menghapus sebagian menu yang tidak sesuai dengan blog saya.
pertama-tama masuk pada blogger dan pilih menu template lalu klik edit html seperti gambar dibawah ini 
kemudian tekan Ctrl + F untuk mengaktifkan search pada file xml, masukkan nama menu yang ingin dihapus atau dirubah, dibawah ini saya ingin menghilangkan menu business pada menu template saya
untuk menghilangkannya dapat dengan menghapus menu business yang ditandai pada angka 2 sampai angka 3, tapi contoh diatas saya hanya menambahkan code <!-- pada awal code menu business dan --> pada akhir code, fungsinya yaitu agar kode li pada menu business hanya terbaca sebagai comment di browser sehingga tidak tampil pada browser.

Pengertian subnet mask dan cara menghitung subnet mask

by 14:30


Pengertian subnet mask dan cara menghitung subnet mask
1.     Pengertian subnet mask
Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa inggris yang mengacu pada angka biner yang besarnya 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan network host ID. Ada tiga pengelompokan subnet mask yaitu 255.0.0.0, 255.255.0.0  dan 255.255.255.0.
Pada dunia jaringan, subnet mask tersebut dikelompokan menjadi tiga class yaitu :
1.      Class A, adalah semua nomer IP yang mempunyai subnet mask 255.0.0.0
2.      Class B, adalah semua nomer IP yang mempunyai subnet mask 255.255.0.0
3.      Class C, adalah semua nomer IP yang mempunyai subnet mask 255.255.255.0
. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0.
Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokkan yang disebut class dikenal tiga class yaitu :
1.   Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0, sering disebut juga 8 bit.
2.   Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0, sering disebut juga 16 bit.
3.   Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0, sering disebut juga 24 bit.

2.     Cara menghitung subnet mask
Misalkan anda memiliki IP adress 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128 Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut
128   :    2   = 64   sisa 0
64     :    2   = 32   sisa 0
32     :    2   = 16   sisa 0
16     :    2   =  8    sisa 0
8       :    2   =  4    sisa 0
4       :    2   =  2    sisa 0
2       :    2   = 1    sisa 0
Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet yang tersedia dari rumus 2^x X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ada jumlah 1=1 maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet maksnya adalah 2. Nah sekarang kita harus tau bila tersedia hanya 2 subnet maks maka kita harus mencariberapa subnet maks tersebut?
Dari Subnet maks yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128.
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet maks dapt dihitung
192   :    2   = 96   sisa 0
96     :    2   = 48   sisa 0
48     :    2   = 24   sisa 0
24     :    2   = 12   sisa 0
12     :    2   = 6     sisa 0
6       :    2   = 3     sisa 0
3       :    2   = 1     sisa 1
maka bilangan binnernya adalah 11000000
karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka Subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah Host per Subnet = 2^y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6 – 2 = 62 host

Pengertian IP Address dan Kelas-Kelasnya

by 14:29



    

IP Address
A. Pengertian IP Address
      IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju.
       Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.
B. Format IP address
       IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Misalnya
11000000000010100001111000000010
       Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
       Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:
11000000     =     192
00001010     =     10
00011110     =     30
00000010     =     2
       Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
       Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.
       Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 - 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x - 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214
Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
·           NetworkID = 120
·           HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 - 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x - 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534
Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
·           NetworkID = 150.70
·           HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 - 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x - 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254
Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
·           NetworkID = 192.168.1
·           HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
       Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.
Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254
Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255
   Subnet Mask
       Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan  address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.
       Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
       Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
       10101010 11001011 01011101 00000101
       Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah:
       11111111 11111111 00000000 00000000
       Bisa juga ditulis dalam notasi desimal:
       255.255.0.0
Tabel : Subnet mask untuk internet address classes
Kelas
Bit Subnet
Subnet mask
A
11111111 00000000 00000000 00000000
225.0.0.0
B
11111111 11111111 00000000 00000000
225.225.0.0
C
11111111 11111111 11111111 00000000
225.225.225.0

Tutorial Cisco Packet Tracer: Konfigurasi Dynamic Routing

by 14:09



Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang bagaimana mengkonfigurasi Dynamic Routing pada Cisco Packet Tracer, di mana postingan sebelumnya telah dibahas tentang konfigurasi Static Routing. Oke langsung saja.
1. Buka Cisco Packet Tracer.
2. Masukkan 2 buah Router. Pilih Routers pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih Router-PT.
3. Masukkan 2 buah PC. Pilih End Devices pada device bar yang ada di pojok kiri bawah, lalu pilih PC-PT.
4. Hubungkan PC dengan Router menggunakan kabel cross-over. Untuk PC0 dihubungkan dengan Router0 melalui Port FastEthernet0/0 pada Router0, sedangkan untuk PC1 dihubungkan dengan Router1 melalui Port FastEthernet0/0 pada Router1.
5. Konfigurasi IP pada kedua PC. Untuk PC0 klik PC0, pindah ke tab Dekstop, klik IP Configuration, isikan IP Address 192.168.1.2, Subnet Mask 255.255.255.0, Default Gateway 192.168.1.1, lalu close. Sedangkan untuk PC1 lakukan hal yang sama pada PC0, namun isikan IP Address 172.16.10.2, Subnet Mask 255.255.0.0, dan Default Gateway 172.16.10.1.
6. Konfigurasi FastEthernet0/0 pada kedua Router.
Untuk Router0 klik Router0, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router>enable 
  • Router#configure terminal 
  • Router(config)#interface fastethernet0/0
  • Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router0.
Keterangan: FastEthernet0/0 pada Router0 menggunakan IP address 192.168.1.1 dan Subnet mask 255.255.255.0
Untuk Router1 klik Router1, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router>enable
  • Router#configure terminal
  • Router(config)#interface fastethernet0/0
  • Router(config-if)#ip address 172.16.10.1 255.255.0.0
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit
  • Setelah itu close jendela Router1.

Keterangan: FastEthernet0/0 pada Router1 menggunakan IP address 172.16.10.1 dan Subnet mask 255.255.0.0

7. Ping dari PC ke masing-masing Router. Klik pada PC, pindah ke tab Dekstop, klik Command Prompt, lalu ketikkan "ping 192.168.1.1" (pada PC0), dan "ping 172.16.10.1" (pada PC1).
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi IP pada PC maupun Router.
8. Hubungkan Router0 dengan Router1 menggunakan kabel Serial DCE melalui Port Serial2/0.
9. Konfigurasi Serial2/0 pada kedua Router.
Untuk Router0 klik Router0, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router(config)#interface serial2/0
  • Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.252
  • Router(config-if)#clock rate 64000
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router0.
Keterangan: Serial2/0 pada Router0 menggunakan IP address 10.10.10.1, Subnet mask 255.255.255.252, dan Clock rate 64000.
Untuk Router1 klik Router1, pindah ke tab CLI, lalu masukkan command berikut:

  • Router(config)#interface serial2/0
  • Router(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.255.255.252
  • Router(config-if)#no shutdown
  • Router(config-if)#exit

Setelah itu close jendela Router1.
Keterangan: Serial2/0 pada Router1 menggunakan IP address 10.10.10.2, dan Subnet mask 255.255.255.252

10. Ping dari Router0 ke Router1. 
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi IP Port Serial2/0 pada kedua Router.
11. Konfigurasi Dynamic Routing pada kedua Router.
Untuk Router0 masukkan command berikut:
  • Router(config)#router rip
  • Router(config-router)#network 192.168.1.0
  • Router(config-router)#network 10.10.10.0
  • Router(config-router)#end
Keterangan: 
  • 192.168.1.0 merupakan alamat IP untuk network PC0 dan Router0
  • 10.10.10.0 merupakan alamat IP untuk network Router0 dan Router1

Untuk Router1 masukkan command berikut:
  • Router(config)#router rip
  • Router(config-router)#network 172.16.0.0
  • Router(config-router)#network 10.10.10.0
  • Router(config-router)#end
Keterangan: 
  • 172.16.0.0 merupakan alamat IP untuk network PC1 dan Router1
  • 10.10.10.0 merupakan alamat IP untuk network Router0 dan Router1

12. Ping dari PC0 ke PC1 dan sebaliknya.
Pastikan ping berhasil, jika gagal periksa kembali konfigurasi Static Routing pada kedua Router.

Mengatasi Insomnia dengan Relaksasi Dzikir

by 04:48

Kesulitan tidur atau insomnia adalah keluhan tentang kurangnya kualitas tidur yang disebabkan oleh satu dari; sulit memasuki tidur, sering terbangun malam kemudian kesulitan untuk kembali tidur, bangun terlalu pagi, dan tidur yang tidak nyenyak. Insomnia tidak disebabkan oleh sedikitnya seseorang tidur, karena setiap orang memiliki jumlah jam tidur sendiri-sendiri. Tapi yang menjadi penekanan adalah akibat yang ditimbulkan oleh kurangnya tidur pada malam hari seperti kelelahan, kurang gairah, dan kesulitan berkonsentrasi ketika beraktivitas.
Menurut National Institute of Health (1995) Insomnia atau gangguan sulit tidur dibagi menjadi tiga yaitu insomnia sementara (intermittent) terjadi bila gejala muncul dalam beberapa malam saja. Insomnia jangka pendek (transient) bila gejala muncul secara mendadak tidak sampai berhari-hari, kemudian insmonia kronis (Chronic) gejala susah tidur yang parah dan biasanya disebabkan oleh adanya gangguan kejiwaan. Penyebab insomnia intermitten dan transient antara lain stress, kebisingan, udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, tidur tidak di tempat biasanya, berubahnya jadwal tidur dan efek samping dari obat-obatan. Sedangkan insomnia yang kronik disebabkan oleh beberapa faktor terutama secara fisik dan mental disorder.
Secara lebih rinci Soresso (tanpa tahun) membagi penyebab munculnya gangguan tidur menjadi 6 yaitu :
1. Farmakologis, pemakaian obat-obatan
2. Medis, misalnya sakit kepala, kesulitan bernafas
3. Genetik, memiliki darah keturunan dari penderita insomnia yang parah
4. Konsumsi tembakau atau alkohol
5. Psikiatris, misalnya gangguan emosi, kecemasan, schizoprenia, somatoform
6. Gangguan psikologis, setelah mengalami pengalaman traumatis, ditinggal orang yang dicintai dan frustrasi kesulitan mencoba untuk tidur.
Penyembuhan terhadap insomnia tergantung dari penyebab yang menimbulkan insomnia. Bila penyebabnya adalah kebiasaan yang salah atau lingkungan yang kurang kondusif untuk tidur maka terapi yang dilakukan adalah merubah kebiasaan dan lingkungannya. Sedangkan untuk penyebab psikologis maka konseling dan terapi relaksasi dapat digunakan untuk mengurangi gangguan sulit tidur, terapi ini merupakan bentuk terapi psikologis yang mendasarkan pada teori-teori behavioris.
Dasar pikiran relaksasi adalah sebagai berikut. Relakasasi merupakan pengaktifan dari saraf parasimpatetis yang menstimulasi turunnya semua fungsi yang dinaikkan oleh sistem saraf simpatetis, dan menstimulasi naiknya semua fungsi yang diturunkan oleh saraf simpatetis. Masing-masing saraf parasimpatetis dan simpatetis saling berpegaruh maka dengan bertambahnya salah satu aktivitas sistem yang satu akan menghambat atau menekan fungsi yang lain (Utami, 1993). Ketika seseorang mengalami gangguan tidur maka ada ketegangan pada otak dan otot sehingga dengan mengaktifkan saraf parasimpatetis dengan teknik relaksasi maka secara otomatis ketegangan berkurang sehingga seseorang akan mudah untuk masuk ke kondisi tidur.
Berbagai macam bentuk relaksasi yang sudah ada adalah relaksasi otot, relaksasi kesadaran indera, relaksasi meditasi, yoga dan relaksasi hipnosa (utami, 1993). Dari bentuk relaksasi di atas belum pernah dimunculkan kajian tentang bentuk relaksasi dengan dzikir. Bila dalam meditasi penelitian tentang meditasi transendental sudah banyak dilakukan misalnya penelitian mengenai transcendental meditation yang dikembangkan oleh maharishi mahes yogi.
Relaksasi dzikir ini merupakan bentuk sikap pasif atau pasrah dengan menggunakan kata yang diulang-ulang sehingga menimbulkan respon relaksasi yaitu tenang. Respon relaksasi yang digabungkan keyakinan ini sudah dikembangkan oleh Benson (2000), dimana dengan mengulang kata yang dipilih dapat membangkitkan kondisi relaks. Menurutnya metode penggabungan ini lebih efektif bila dibandingkan dengan relaksasi yang tidak melibatkan faktor keyakinan (tentunya hal juga didukung oleh penelitian).
Kata atau dzikir yang akan digunakan sebaiknya berupa kata yang memiliki makna yang dalam bagi subjek. Dalam literatur Islam banyak sekali kata yang dapat digunakan untuk dzikir misalnya Yaa Allah, ahad.. ahad.., alhamdulillah, atau menggunakan asmaul husna. Arti dizkir sendiri adalah ingat, jadi perbuatan dzikir lebih pada makna dari pada verbalisasinya. Sehingga diharapkan dalam relaksasi dzikir ini dapat membawa subjek pada alam trasendental.
Setelah sikap transenden sudah terbentuk langkah selanjutnya adalah membangkitkan sikap pasif yang merupakan sikap dalam relaksasi yaitu dengan menimbulkan sikap pasrah. Pasrah dapat dideskripsikan sebagai sebuah sikap penyerahan total kepada objek trasenden yaitu Allah SWT. Dengan sikap ini apapun yang terjadi dalam diri diterima tanpa reserve, sehingga sangat efektif untuk menimbukan sikap pasif.
Munculkannya gangguan insomnia yang banyak disebabkan oleh konflik internal yang akhirnya menimbulkan stress dapat diredakan dengan sikap penerimaan diri, tidak menentang, dan pasif total. Pada kondisi ini saraf simpatetik yang membuat tegang dapat diturunkan fungsi-fungsinya dan menaikkan saraf parasimpatetik.

Tahap-tahap relaksasi dzikir
1. Ambil posisi tidur telentang yang paling nyaman,
2. Pejamkan mata dengan pelan tidak perlu dipaksakan sehingga tidak ada ketegangan otot sekitar mata
3. Lemaskan semua otot. Mulailah dengan kaki, kemudian betis, paha dan perut. Gerakkan bahu beberapa kali sehingga tercapai kondisi yang lebih relaks
4. Perhatikan pernapasan. Bernapaslah dengan lambat dan wajar, dan ucapkan dalam hati frase atau kata yang digunakan sebagai contoh anda menggunakan frase yaa Allah. Pada saat mengambil nafas sertai dengan mengucapkan kata yaa dalam hati, setelah selesai keluarkan nafas dengan mengucapkan Allah dalam hati. Sambil terus melakukan no 4, lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah kepada Allah. Sikap ini mengambarkan sikap pasif yang diperlukan dalam relaksasi, dari sikap pasif akan muncul efek relaksasi ketenangan.

sumber:http://setiyo.blogspot.com/2007/02/mengatasi-insomnia-dengan-relaksasi.html

Waspadai Gejala Serangan Jantung

by 04:45


Waspadai Gejala Serangan Jantung


Waspadai Gejala Serangan Jantung

Waspadai Gejala Serangan Jantung. Karena perbedaan kepekakan tubuh tiap orang berbeda, maka gejala klinis munculnya serangan jantung pun menjadi berbeda-beda di tiap orang. Hanya saja, ada beberapa gejala umum yang patut diperhatikan.
Orang yang memiliki lebih dari satu faktor resiko terkena penyakit jantung koroner (PJK) harus mewaspadai serangan jantung sejak dini. Gejala awal penyakit jantung koroner do antaranya sesak napas, rasa nyeri di dada saat beraktivitas fisik seperti jalan kaki, naik tangga, berlari, atau mandi dengan gayung.
Kelainan irama jantung, yakni terjadinya peningkatan frekuensi detak jantung, juga merupakan salahj satu gejala PJK. Selain nyeri pada dada, penderita mengalami rasa pegal pada rahang, pahu, punggung, lengan dan leher. Sebagian penderita juga menderita rasa nyeri pada ulu hati sehingga kerap kali mengira sakit mag.
Sayangnya, mayoritas penderita PJK justru tidak mengalami gejala klinis PJK. Padahal, hal ini merupakan sinyal awal munculnya penyakit itu sehingga bisa ditangani sejak dini. Ini karena perbedaan kepekaan tubuh terhadap sensor nyerinya. Tanpa pemeriksaanmedis (check up), sulit diketahui seseorang menderita PJK.
Orang dengan lebih dari satu faktor resiko terserang penyakit jantung koroner disarankan mengikuti tes jalan kaki dengan menggunakan alat (treadmill test) sebagai prosedur untuk menentukan berapa angka nadi yang aman dalam melakukan latihan fisik. Tes ini juga dapat mengetahui adanya kelainan irama jantung pada seseorang. Test ini tingkat kepekaannya 52-70 persen.
Deteksi dini penyakit ini juga dapat dilakukan lewat pemindaian (scanning) nuklir dengan tingkat akurasi mencapai 90 persen. Melalui alat yang menggunakan bahan radioaktif itu, diperoleh rekaman gambar adanya penyempitan atau hambatan pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke otot jantung.
Untuk memperoleh gambaran yang lebih terperinci lagi, penderita juga bisa diperiksa dengan ct-scan multislice dengan tingkat kepekaan hingga 90 persen. Dengan alat ini, bisa dihasilkan derajat pengapuran pada pembuluh darah dan penyempitannya.
Dalam perkembangannya, penyumbatan derajat pengapuran pada pembuluh darah ini dapat diatasi tanpa operasi. Saat ini penanganan dilakukan dengan penggunaan balon untuk membuka pembuluh darah yang tersumbat plak. (PTCA). BAlon dikembangkan dan digunakan untuk menyingkirkan plak sehingga jantung kembali memperoleh pasokan darah secara normal. Namun, tindakan ini masih beresiko terjadinya penyempitan kembali (restenosis)
Agar pembuluh darah tetap terbuka (tidak tersumbat plak), pada pembuluh darah yang sudah dibuka dipasang stent atau cincin, semacam kerangka metal sebagai penyangga supaya pembuluh darah tetap terbuka. Stent ini dilapisi obat (drug sluting stent/DES) untuk menghambat pertumbuhan sel sehingga pembuluh darah tak tersumbat lagi.
JIka penyumbatan terlalu banyak, lebih dari tiga penyempitan, lebih efektif diatasi dengan operasi pintas koroner (by pass). Tentunya berbagai intervensi ini perlu disertai perbaikan pola hidup, yakni menerapkan pola makan yang sehat, diet rendah kolesterol, berolahraga secara teratur dan menghindari stres.
Gejala Serangan Jantung
Setiap orang yang mengalami serangan jantung akan merasakan keluhan yang tentunya berbeda. Namun umumnya seseorang akan merasakan beberapa hal spesifik, seperti :
  1. Nyeri Dada, dimana otot kekurangan suplay darah (disebut kondisi iskemi) yang berdampak kebutuhan oxygen oleh otot berkurang. Akibatnya terjadi metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Rasa nyeri di dada bagian tengah dapat menyebar kebagian belakang dada, kebagian pangkal kiri leher dan bahu hingga lengan atas tangan kiri. Beberapa pasien mungkin mengalami nyeri di bagian atas perut (pangkal tulang iga tengan bahkan bagian lambung), dimana nyeri lebih hebat dan tak hilang meski diistirahatkan atau diberi obat nyeri jantung (Nitroglycenin). Inilah yang dinamakan Angina, penderita merasakan gelisah dengan sesak di dada dan seperti merasa dada dan diremas-remas. Beratnya nyeri setiap orang berbeda, bahkan beberapa orang yang mengalami suplay darah jantung berkurang mereka tidak merasakan apa-apa.
  2. Sesak napas, biasanya dirasakan oleh orang yang mengalami gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner)
  3. Kelelahan atau kepenatan, adanya kelainan jantung dapat menimbulkan pemompaan jantung yang tidak maksimal, akibatnya suplay darah ke otot tubuh disaat melakukan aktivitas akan berkurang. Hal ini menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala seperti ini bersifat ringan, penderita hanya berusaha mengurangi aktivitasnya dan menganggap bahwa ini merupakan proses penuaan saja.
  4. Adanya perasaan berdebar-debar (palpitasi)
  5. Pusing dan pingsan, hal ini dapat merupakan gejala awal dari penderita penyakit serangan jantung. Dimana penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.
  6. Kebiru-biruan pada bibir, jari tangan dan kaki sebgai tanda aliran darah yang kurang adekuat ke seluruh tubuh.
  7. Keringat dingin secara mendadak, dan lainnya seperti mual dan perasaan cemas.
    Waspadai Gejala Serangan Jantung
Powered by Blogger.